Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan terus berubah dengan cepat. Berbagai kemajuan terjadi tidak hanya dalam hal teoriĀ  manajemen keuangan, tetapi juga dalam prakterknya di dunia nyata. Salah satu akibatnya bagi dunia manajemen keuangan adalah adanya focus yang lebih besar daripada strategi, sejalan dengan perjuangan para manajer untuk menciptakan nilai sebagai latar belakang perusahaan. Di dalam proses mencipatakan nilai, para manajer keuangan makin melengkapi berbagai ukuran lama dengan berbagai metode baru yang mendorong peran yang lebih besar berbagai asumsi dan ketidakpastian. Rincian tata kelola perusahaan berbagai permasalahan etika, klaim pemangku kepentingan yang saling bertentangan,lingkungan perusahaan yang mengecil, globalisasi keuangan, e-commarce, persekutuan srtategis, pertumbuhan outsourcing, serta sejumlah isu dan pertimbangan lainnya, kini mengisi aspek dalam pengambilan keputusan dan pertimbangan lainnya, kini mengisi aspek dalam pengambilan keputusan keuangan. Kondisi saat ini memang merupakan tantangan sekaligus peluang.

Tujuan dari prinsip-prinsip manajemen keuangan adalah untuk memungkinkan Anda memahami proses pengambilan keputusan dan menerjemahkan dampak yang akan ditimbulkan oleh keputusan utama pengambilan keputusan dalam manajemen keuangan, yaitu investasi, keuangan, dan keputusan manajemen aktiva. Manajemen keuangan perusahaan adalah aktivitas yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian perolehan serta pendistribusian aset-aset keuangan perusahaan. Aktivitas yang dilakukan perusahaan pada umumnya berhubungan dengan penentuan keputusan investasi jangka panjang, perolehan dana untuk pembiayaan invetsasi tersebut, serta pelaksanaan kegiatan opersional keuangan perusahaan.

Peran dan tanggung jawab manajer pada manajemen keuangan meliputin perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian keseimbangan kasa perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan. Secara keseluruhan, tanggung jawab utamanya adalah meningkaykan nilai perusahaan atauu dengan kata lain bagimana meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham perusahaan. Dengan demikian manajer keuangan harus berupaya agar keuntungan perusahaan melebihi biaya-biaya yang ditanggungnya. Dalam bentuk perusahaan perorangan atau firma, keutungan perusahaan akan meningkatkan kesejahteraan pemilik. Pada bentuk perseoran, keuntungan diterjemahkan sebaga peningkatan nilai saham.

Analisis laverage merupakan suatu alat yang penting bagi seorang manajer dalam manajemen keuangan di dalam mengadakan perencanaan laba perusahaan dan di dalam kaitannya untuk menentukan pilihan alternative sumber dana yang paling baik untuk membelanjai pertambahan modal usaha perusahaan selaras dengan pertumbuhan perusahaan yang diharapkan atau yang dianggarkan untuk tahun-tahun mendatang. Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalisasikan nilai perusahaan bagi pemiliknya. Hal tersebut berarti meningkatkan laba per saham (earnings per share/ EPS). Peningkatan EPS tersebut tak lepas dari kaitannya dengan volume penjualan perusahaan serta biaya-biaya yang dikorbankan untuk menghasilkan produk ataupun jasa yang akan dijual oleh perusahaan terebut.

Anda ingin mendapatkan materi di atas secara full content???, Anda bisa bergabung di Layanan Membership Kumpulan Tugas akhir / skripsi, Tesis, Tugas Kuliah Secara Online dan Full Content. Klik banner di bawah ini:

Share Your Thoughts